Skip to main content

Untuk semua ketika yang akhirnya menjadi lalu...

Kepada kesakitan yang sulit disembuhkan,

Pada suatu ketika aku bertanya kepada Tuhan, adakah seseorang yang kiranya pantas untuk dijatuhkan dari khayalan lalu berubah menjadi kenyataan? Lalu Tuhan melayangkan debu itu, dan semua hal yang tadinya buatku ragu menjadi bukan tabu karena kamu.

Aku percaya, ketika Tuhan sudah ikut campur tangan, malaikat segera turun dari khayangan. Membuat segala angan-angan menjadi suatu kenyataan yang selama ini hanya menjadi pertanyaan. Lalu kamu datang, membuatku jatuh cinta melalui pandangan.

Aku selalu suka caramu memandangku. Ketika aku sedang duduk termangu dan mata sayumu menuju kepadaku seakan mengatakan bahwa tak akan pernah ada hal buruk selama kau masih disampingku. Lalu dalam sekejap kamu berlalu, dan seiring berjalannya waktu aku dibuatmu meragu.

Adakah cara agar kau tetap tinggal? Karna ketika nanti jarak sudah semakin rentang, rasa itu akan perlahan hilang, dan tanpa sadar kita sudah diajal. Lalu kamu memilih diam, seakan berjuangpun tak mampu mengalahkan kelam.

Mungkin Tuhan benar, cara terbaik bunuh diri adalah jatuh cinta. Ketika aku tengah putus asa atas perdebatan yang malah kau jadikan kelakar, malaikat kembali turun tangan dan debu yang tadi Tuhan layangkan tiba-tiba menjadi kasat mata. Lalu kamu menangis dipojokan, mengatakan sesal karna terlambat untuk memperjuangkan.

Dan ini lah aku, yang ketika setia menunggumu pulang, lalu kamu lupakan...




Love,
R #30Daysof1PostADayChallenge

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Teruntuk Perempuan Yang -Terserah-Mau-Kau-Sebut-Apa-

Selamat sore hari Jum'at! Selamat sore wahai kamu-kamu yang merindukan tempat untuk pulang. Sore ini, saya (iya, hari ini lagi mood ngomong saya biar lebih intim kedengerannya~), lagi rindu-rindunya banget sama sesosok perempuan, mungil, berkulit coklat, rambutnya dulu ngebob sekarang mungkin udah sebahu. Saya mau cerita sedikit tentang dia, tapi mungkin ada baiknya kamu sediain kopi buat nemenin Jum'at sore kamu untuk denger cerita saya. Karna barangkali ketika kamu baca ini, kamu akan sama rindunya seperti saya dengan sosok perempuan ini. Beberapa bulan yang lalu, kira-kira bulan Desember tahun 2014, saya masih sempet ketemu dia. Dulu rambutnya masih ngebob, kayak yang saya bilang tadi mungkin sekarang rambutnya udah sebahu. Perempuan ini dibilang periang juga nggak begitu, pendiem juga tergantung sikon, tapi yang saya tau stock air mata dia banyak soalnya dia hobi nangis...bukan, bukan hobi, tapi emang dia butuh nangis. Nangis buat dia udah kayak candu. Apapun...

Revenge – Part 1

Teruntuk; Nama yang masih terngiang sejak bertahun yang lalu. Ini bukan kali pertamaku menuliskan surat yang tertuju untukmu. Tapi bukan juga terakhir kalinya aku dengan sengaja menggurat luka yang lalu hanya untuk mengenangmu. Jadi izinkanlah aku untuk sejenak saja berdoa agar tak ada lagi detak jantung yang tiba-tiba berpacu menjadi lebih cepat setiap namamu terdengar di telingaku. Sebab masih akan ada 29 kali lagi untuk aku menguak kembali semua tentangmu, tentangku, dan tentang kita. Ada kalanya setiap ingin menuliskan tentangmu semua terasa mudah. Namun ada kalanya juga kesulitan datang menghampiri karna segala memori tentangmu sudah hampir aku tuangkan di setiap detailnya. Tapi bukan kamu jika tidak bisa membuat jemariku dengan lihainya menari indah di atas kertas dengan pena hitam yang siap kehabisan tintanya. Yang siap kehabisan titik koma lalu mulai lagi dari paragraf pertama. Bung, sudah bertahun-tahun lalu kamu mengendap di pikiranku. Apa kamu tidak lelah? Tida...

I Just Suddenly Miss You - Part 2

Kata Afgan, jodoh pasti bertemu. Setelah gue lulus SMA kabar terakhir yang gue denger dari Acil itu dia mau masuk Akpol. Sedangkan gue ngelanjutin kuliah di universitas swasta. Tapi, siapa sangka tau-tau gue bisa ketemu dia lagi di universitas yang sama, jurusan yang sama, dan kelas yang sama pula. 2010. Akhirnya gue ketemu lagi sama si Acil. Begitu tau gue sama dia sama-sama satu kampus, dia langsung ngontak gue. Kita sempet beberapa kali ke kampus bareng. Apalagi waktu jamannya masih ospek, kalo dia sempet pasti di jemput gue dan ke kampus bareng. Namanya juga masih baru lulus SMA, wajar kalo masih kebawa suasana jaman sekolah dulu. Jadi pernah suatu kali gue pergi nonton berdua dia, nonton Ninja Assassin atau apalah namanya itu, di Puri. Gue sempet bilang sama dia kalo kita ketemuan aja di Puri. Tapi dia malah bilang, "Gue cowok. Selagi gue bisa kenapa lo harus jalan sendirian. Nggak gentle amat gue." ,ciegitu. Nggak ada yang spesial sih dari kejadian selama ...